Showing posts with label Kakap Putih. Show all posts
Showing posts with label Kakap Putih. Show all posts

Thursday, 27 September 2012

Latar Belakang

       Dengan adanya perluasan wilayah kedaulatan dan wilayah kekayaan alam perairan Indonesia dari semula 2 juta Km2  menjadi 9 juta Km2 maka timbul tantangan baru yang perluditangani secara serius. Daerah perairan Indonesia yang cukup luas dengan panjang pantai lebih dari 81.000 Km merupakan wilayah pantai yang subur dan dapat dimanfaatkan bagi kepentingan perikanan. Industri perikanan di Indonesia yang awalnya didominasi oleh perikanan tangkap yaitu hanya mengandalkan hasil tangkapan di laut dikhawatirkan akan menimbulkan dampak lingkungan yang tidak seimbang. Apalagi pada beberapa tahun terakhir telah terjadi over fishing sehingga kelestarian sumber daya perikanan akan terus menurun.

Wednesday, 26 September 2012

Ciri Morfologi Ikan Kakap Putih

       Pada beberapa daerah di Indonesia ikan Kakap Putih dikenal dengan beberapa nama seperti: Pelak, Petakan, Cabek, Cabik (Jawa Tengah dan Jawa Timur), Dubit Tekong (Madura),Talungtar, Pica-pica, Kaca-kaca (Sulawesi). Ikan Kakap Putih termasuk dalam familiCentroponidae, secara lengkap taksonominya adalah sebagai berikut:
Filum: Chordata
Sub Filum: Vebrata
Kelas: Pisces
Ordo: Percomorphi
Family: Centropomidae
Ganus: Lates
Spesies: Lates Calcarifer

Tuesday, 25 September 2012

Persiapan Wadah

       Pembenihan ikan adalah kegiatan pengelolaan produksi untuk mengembangkan ikan yang akan dibudidayakan sehingga diperoleh benih ikan dalam jumlah banyak dan berkualitas baik. Berikut aspek-aspek budidaya yang digarap dalam pembenihan ikan kakap putih.

       Berhasil tidaknya budidaya di tentukan oleh persiapan dan pelaksanaan yang baik, salah satunya adalah persiapan wadah. Jika wadah sudah memenuhi syarat maka kegiatan budidaya dapat dilakukan. Tujuan dari persiapan wadah diantaranya untuk membunuh bakteri, parasit, maupun kutu  penyebab penyakit, membersihkan wadah, dan menstabilkan kualitas air.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam pembersihan wadah adalah :

Monday, 24 September 2012

Pemeliharaan Induk

       Lingkungan pemeliharaan
       Induk dipelihara pada bak pemeliharaan yang sekaligus bak pemijahan. Bak yang digunakan berbentuk lingkaran dengan diameter 5 m dan tinggi 3 m. Lingkungan di bak dimanipulasi seolah-olah mirip di alam, perlakuan manipulasi yang diterapkan berupa penurunan dan penaikan kedalaman air serta arus yang dibuat bergerak memutar sehingga berakibat terhadap perubahan suhu dan salinitas. Air diturunkan pada pagi hari hingga 90% (± 20 cm), dan dinaikkan pada siang hari hingga setinggi 230 cm. Berikut kualitas air yang baik untuk pemeliharaan induk ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer).
  • Suhu: 29˚ - 32˚ C
  • Salinitas: 30 - 34 ppt
  • Oksigen Terlarut (DO): 5 - 7 mg / liter
  • pH: 7 - 8,5
       Pemberian Pakan
       Induk ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer) yang dimiliki PT. Suri Tani Pemuka (STP), Singaraja - Bali yaitu berjumlah 38 ekor, 22 ekor jantan dan 16 ekor betina, dengan bobot keseluruhan ± 195 kg (data 15 mei 2012). Pemberian pakan dilakukan  dua kali sehari, yaitu pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WITA dan sore hari sekitar pukul 14.00 WITA, dengan dosis 3% dari bobot biomass. Pakan diberikan ketika air dalam keadaan turun, agar dinding-dinding bak tidak berjamur. Pakan yang diberikan berupa :

Sunday, 23 September 2012

Seleksi Induk

       Seleksi induk dilakukan untuk memperoleh induk terbaik yang sudah siap untuk di pijahkan, sehingga akan diperoleh telur maupun larva yang berkualitas baik. Kriteria induk ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer)  yang baik adalah sebagai berikut :
  • Sehat berwarna kelabu cerah
  • Gerakan aktif
  • Sirip dan sisik lengkap serta tidak cacat
  • Mata berwarna bening
Dilihat berdasarkan bobot, bukan usia. Karena ikan kakap putih (lates calcarifer) jantan yang sudah mencapai bobot 3 – 3,5 kg dapan berubah kelamin menjadi betina (Protandry Hermaphrodite).

Saturday, 22 September 2012

Proses Pemijahan

       Proses pemijahan yang dilakukan di PT. Suri Tani Pemuka (STP), Singaraja - Bali yaitu secara alami, dengan sex ratio 1 : 1 artinya setiap 1 kg induk jantan dipijahkan dengan 1 kg induk betina. Arus air dibuat bergerak memutar dan bak pemijahan di desain sedemikian rupa agar ketika induk menghasilkan telur, telur tersebut akan tertampung di bak penampungan telur.
Pemijahan umumnya terjadi menurut siklus peredaran bulan, yaitu pada waktu bulan gelap dan bulan purnama. Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer) biasanya memijah pada malam hari antara pukul 19.00 – 20.00 atau pagi hari sekitar pukul 05.00 – 06.00. adapun beberapa faktor penentu keberhasilan proses pemijahan antara lain :
  • Suasana sangat tenang
  • Suhu hangat
  • Tidak banyak cahaya (gelap)
  • Kadar oksigen terlarut (DO) mencukupi

Friday, 21 September 2012

Penanganan Telur

       Pada sore hari, bak penampungan telur disiapkan terlebih dahulu dengan cara dibersihkan dan dipasang Egg Collector mess 56, pagi harinya barulah dicek ada telur atau tidaknya. Setelah telur tertampung di bak penampungan maka akan diketahui telur yang bagus (terbuahi) mengambang di permukaan, sedangkan telur yang tidak terbuahi akan mengendap di dasar. Telur yang terbuahi diambil dengan menggunakan scop-net mess 56 untuk kemudian dipindah ke tangki penampungan yang sudah disiapkan.
Langkah selanjutnya adalah penghitungan telur, penghitungan telur bertujuan untuk mengetahui jumlah telur dan persentase telur yang berhasil menetas. Alat dan bahan yang digunakan untuk penghitungan telur adalah :

Thursday, 20 September 2012

Penanganan Larva

       Setelah telur menetas, langkah selanjutnya adalah Skiming, yaitu memisahkan larva dengan cangkang telur ataupun telur yang tidak menetas. Alat dan bahan yang digunakan adalah.

a.    Alat
  • Scop-net mes 56
  • Ember
  • Gayung
b.    Bahan
  • Air
  • Larva ikan kakap putih (Lates Calcarifer)
c.    Langkah kerja
      Adapun langkah-langkah Skiming yaitu sebagai berikut :

Wednesday, 19 September 2012

Pemeliharaan Larva

       Lingkungan Pemeliharaan
       Pemeliharaan larva dimulai dengan penebaran larva ke dalam bak pemeliharaan, dengan padat tebar yang digunakan di PT. Suri Tani Pemuka (STP), Singaraja - Bali yaitu 11.000 - 15.000 ekor / ton air. Bak yang digunakan untuk masa pemeliharaan hari ke- 0 (D0) sampai hari ke- 15 (D15) berupa bak berbentuk persegi panjang dengan ukuran :
  • Panjang: 5 m
  • Lebar: 2 m
  • Volume: 15 m³ / 15 ton
Adapun kualitas air yang baik untuk pemeliharaan larva kakap putih (Lates Calcarifer) yaitu sebagai berikut :
  • Suhu: 30˚ - 33˚ C
  • Salinitas: 30 - 34 ppt
  • Oksigen terlarut: 5 - 7 mg / liter
  • pH: 7 - 8,5
       Pemberian pakan
       Pakan mulai diberikan pada hari ke- 2 (D2), karena hari ke- 0 (D0) dan hari ke- 1 (D1) larva mempunyai cadangan makanan dari sisa cangkang telurnya, adapun pakan yang diberikan pada larva ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer) yaitu sebagai berikut :

Tuesday, 18 September 2012

Hama dan Penyakit

       Usaha pembenihan ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer) terkadang mengalami kendala, salah satunya adalah masalah hama dan penyakit.

       Hama
       Di Hatchery pembenihan ikan air laut PT. Suri Tani Pemuka (STP), Singaraja - Bali tidak pernah ditemukan hama, karena ruang hatchery yang tertutup rapat dan lokasi yang jauh dari semak belukar, kebun, maupun tempat yang kotor.

       Penyakit
       Penyakit yang ditemukan hanya 1 jenis, yang sering menyerang yaitu Big Belly yang disebabkan oleh bakteri Vibrio Sp., ciri-ciri penyakit :

Monday, 17 September 2012

Panen

       Langkah-langkah panen hampir sama dengan grading, yaitu diawali dari menyurutkan air hingga ± 30 cm. setelah itu ikan digiring menggunakan scop-net lalu ditampung didalam baskom kemudian diangkut ke area panen untuk dihitung sesuai permintaan customer.
Ada 2 jenis panen yang dilakukan PT Suri Tani Pemuka (STP), Singaraja - Bali, yaitu :  
       Panen Dengan Packing
a.    Keunggulan
  • Jumlah ikan lebih akurat
  • Untuk jarak tempuh perjalanan jauh (Antar pulau ataupun export)
b.    Kekurangan
  • Kapasitas 6 liter / pack
  • Kurang simple
  • Biaya lebih besar